Pontianak Selatan
+6281257452191
abyy.archie@gmail.com

Tips Menulis Artikel Praktis

Public Relations

Tips Menulis Artikel Praktis

Pada dasarnya artikel praktis sama saja dengan jenis artikel lainnya baik segi isi, struktur dan tujuan penulisan, yaitu sama-sama berisikan ide, gagasan dan pandangan yang ingin disampaikan kepada pembaca dengan tema tertentu. Struktur tulisannya pun terdiri dari mendeskripsikan pendahuluan, isi dan penutup. Sedangkan dari tujuannya, yakni bertujuan untuk mendidik, meyakinkan dan menghibur pembaca.

Perbedaan artikel praktis dengan artikel analisis dan umum terdapat pada cara pembuatan artikel tersebut. Dimana artikel praktis cukup dibuat dengan tema dan bahasa yang ringan, bersifat tutorial atau memandu untuk memberikan pemahaman tertentu pada pembaca, dan tetap menekankan pada aspek ketelitian dan keterampilan dalam mengolah bahasa.

Artikel praktis tidak menganalisa secara mendalam, karena ia masuk pada kategori praktis, ringan, dan sederhana. Ukuran panjangnya pun, sangat singkat berkisar 600-1200 kata saja. Sedangkan untuk sumber kutipan, jangan terlalu banyak mengutip cukup satu, dua kutipan saja, hal ini dikarenakan penulis tidak dalam memberikan pandangan yang mendalam.

Kalimat demi kalimat dalam uraian artikel praktis dibuat dalam bentuk uraian kata-kata ringan. Namun untuk menambah keyakinan dan memberikan pemahaman pembaca, penulis perlu mengutip atau menambahkan sumber ahli dari apa yang ingin anda sampaikan. Hindari bentuk uraian diurutkan berdasarkan poin-poin praktis, hal ini terutama untuk menjaga tampilan tulisan itu sendiri, walaupun hal itu tidak ada salahnya apabila anda lakukan.

Namun demikian, untuk memaparkannya perlu ketelitian, jangan terlalu datar bahasa penyampaiannya serta pengulangan kata, seperti kata menurut yang terlalu sering dan lain-lain. Uraiankan dengan sederhana dan tidak menghilangkan unsur keilmiahan. Sebutkan sumber rujukan anda. Jangan menggunakan footnote dalam hal teknis kutipan, tetapi gunakanlah teknik kutipan langsung (body note).

Untuk langkah terakhir apabila artikel sudah dibuat, sebaiknya diedit kembali sebelum anda posting. Apa bila anda memposting terlebih dahulu, tetapi terdapat banyak kekeliruan dalam susunan kata atau tautan antara paragraf dalam penyampaiannya. Maka artikel anda sulit dipahami pembaca, walaupun artikel ini tergolong singkat dan pendek tetap saja tidak menarik, bukan!

Jangan lupa ketika tulisan sudah siap untuk diterbitkan, sisipkan foto untuk mengilustrasi pembaca, agar membaca tulisan anda.

Penulis: Handes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.